Peran Perempuan Sangat Penting di Pembangunan Desa

JAKARTA,reformasitotal.com
Peran perempuan, khususnya Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA), sangat penting dalam pembangunan desa, sehingga selalu dilibatkan dalam setiap kebijakan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).
“Di dalam kebijakan kami di musyawarah desa pun, perempuan ditempatkan bukan sekedar kata-kata. Tapi definisinya menjadi penting, karena PEKKA harus diundang dalam forum musyawarah desa, karena PEKKA memiliki peran yang sangat besar didalam perencanaan,” ujar Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar, dalam keterangannya terkait kunjungan sejumlah Peserta Forum Nasional (Fornas) Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) IV 2022 di Kantor Kemendes PDTT, Jakartabelum lama ini.
Menurut Mendes PDTT, keterlibatan perempuan dalam pembangunan di desa telah dijadikan salah satu dari 18 tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) Desa.
Dengan demikian, keterlibatan perempuan telah menjadi salah satu ukuran tercapainya pembangunan yang diharapkan di desa.
“Ada satu arah tujuan yang hanya membahas keterlibatan perempuan di desa. Itu kita munculkan betul pada level desa atau kita rumuskan di SDGs desa bahwa posisi perempuan didalam totalitas arah kebijakan pembangunan itu memiliki posisi yang amat sangat strategis,” jelas dia.
Mendes PDTT mengapresiasi apa yang telah di lakukan oleh PEKKA di Indonesia dalam pembangunan desa.
PEKA dinilai mencerminkan kemandirian perempuan yang luar biasa karena telah berjuang untuk kepentingan bangsa dan negara.
“Menurut saya, (PEKKA) ini adalah tokoh-tokoh mulia di wilayah masing-masing yang telah berjuang untuk kepentingan bangsa dan negara,” kata dia.
Koordinator Pendidikan Akademi Paradigta PEKKA Indonesia, Siti Zamraini Alauti, yang memimpin rombongan menambahkan, sejak 2001 hingga 2022 pihaknya telah membentuk koperasi primer dan sekunder di sejumlah wilayah dan satu induk koperasi yang dinamakan Koperasi PEKKA Nusantara.
Unit usaha yang didirikan dengan modal swadaya ini telah berperan dalam mendukung berbagai usaha yang dilakukan anggota PEKKA untuk memenuhi kebutuhan keluarga mereka.
“Koperasi telah memberikan pinjaman untuk digunakan dalam membangun usaha, kebutuhan keluarga seperti membangun rumah, pendidikan anak, kesehatan dan lainnya,” tuturnya.
Selain koperasi, organisasi itu juga membangun PEKKA Mart yang berfungsi sebagai pasar lokal yang sudah terbentuk diberbagai desa.
Di pasar lokal inilah PEKKA menjual dan membeli produk-produk lokal, khususnya pangan, untuk menjaga kedaulatan ekonomi bangsa.
“Kita berharap ketahanan pangan, kedaulatan pangan, kedaulatan ekonomi terus berjalan dan Berharap ekosistem usaha bisa terwujud,” tandasnya.**
RED-MULIS RISMAULANA YUSUF







