Ribuan Warga Padati Lembang Street Carnival 2024 Sukses

BANDUNG BARAT-tabloidreformasi.com

Ribuan warga memadati Alun-Alun Lembang, Kabupaten Bandung Barat, pada Rabu (14/8/2024) untuk menyaksikan Lembang Street Carnival 2024 dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Republik Indonesia. Acara ini dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni tradisional, kendaraan hias, dan kreasi unik lainnya.

Beragam kendaraan hias dan patung kreasi diarak oleh peserta karnaval. Salah satu yang menarik adalah patung Gatotkaca raksasa Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah Desa Cikahuripan. Rombongan desa ini membawa sisingaan, sebuah atraksi tradisional yang semakin istimewa karena dinaiki langsung oleh Kepala Desa Cikahuripan, Oman Haryanto.

Foto istimewa: Kepal desa Cikahuripan saat menaiki sisingaan di Lembang street Carnival 2024

Selain sisingaan, Desa Cikahuripan juga menampilkan replika sapi besar yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para penonton.

“Sapi adalah ciri khas Desa Cikahuripan,” ujar Oman Haryanto di sela-sela karnaval, menegaskan identitas desa mereka yang terkenal dengan tradisi peternakan sapinya.

Lembang Street Karnival ini tidak hanya melibatkan 16 desa di wilayah Lembang, tetapi juga partisipasi dari masyarakat serta pelajar tingkat SD hingga SMA. Mereka menampilkan berbagai kesenian tradisional dan mengenakan baju adat menambah kesan menarik acara karnaval tersebut.

Perayaan karnaval ini menjadi bukti nyata semangat kebersamaan dan nasionalisme warga Lembang dalam menyambut HUT ke-79 RI.

Foto istimewa: Komarudin ketua umum PHBN Kecamatan Lembang saat diwawancarai

Ketua Umum PHBN Kecamatan Lembang, Komarudin, mengungkapkan bahwa acara karnaval tahun ini diperkirakan akan lebih meriah dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini terlihat dari antusiasme tinggi para peserta yang ikut dalam arak-arakan.

“Jumlah peserta mencapai sekitar 15 ribu orang. Sebenarnya, kami dari panitia sudah berusaha membatasi jumlah peserta, namun antusiasme mereka sulit dibendung. Jika ditambah dengan masyarakat yang menonton, jumlah totalnya mungkin bisa melebihi 40 ribu orang,” ujarnya.

Komarudin menjelaskan bahwa karnaval ini merupakan agenda tahunan yang selalu dirayakan menjelang HUT Kemerdekaan RI. Namun, pelaksanaan tahun ini sedikit berbeda karena digelar tiga hari sebelum 17 Agustus.

“Mengingat 17 Agustus tahun ini jatuh pada akhir pekan, kami khawatir jika acara dilaksanakan berdekatan dengan hari kemerdekaan, hal itu bisa menambah kemacetan lalu lintas,” jelasnya.

Sementara itu, acara karnaval yang dimulai pada pukul 12.00 WIB berakhir sekitar pukul 16.00 WIB. Setelah selesai, masyarakat membubarkan diri dengan tertib, dan lalu lintas di Jalan Raya Lembang atau depan alun-alun pun kembali normal dan bisa dilintasi kendaraan bermotor.

Back to top button