Transformasi Persepakbolaan Tanah Air, FIFA Berkantor di Indonesia

JAKARTA,reformasitotal.com

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan keberadaan Federasi Sepakbola Internasional (FIFA) di Indonesia akan memakan waktu yang lama. Untuk, mendorong empat faktor yang menjadi kunci dalam transformasi pesepakbolaan di dalam negeri.

Pertama, berkaitan dengan manajemen stadion yang berstandar FIFA. Merujuk aturan itu, perlu adanya fasilitas-fasilitas penunjang yang mendukung penyelenggaraan pertandingan sepak bola.

Kedua, tentang manajemen keamanan ketika pertandingan sepak bola berlangsung, sehingga memastikan kompetisi liga sepak bola di Indonesia dapat berjalan dengan lancar dari mulai hingga akhir laga pertandingan.

“Ketiga, berkaitan dengan manajemen pertandingan yang berhubungan dengan pengaturan waktu,” kata Presiden Jokowi ketika memberikan keterangan pers bersama Presiden FIFA Gianni Infantino di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa (18/10/2022).

Keempat, faktor yang berkaitan dengan manajemen suporter. Idealnya, perlakuan tepat bagi para suporter yang menjadi bagian penting dalam suatu pertandingan sepak bola. Jadi, keselamatan dan keamanan dapat segera dibenahi melalui bantuan FIFA.

“Selama dua jam pertemuan dengan Presiden FIFA Presiden Federasi Sepakbola Internasional (FIFA) Gianni Infantino membahas empat hal itu, ” kata Presiden.

FIFA, lanjut Presiden, akan memastikan empat faktor itu dapat segera dibenahi oleh pemangku kepentingan yang berkaitan erat pada dunia sepak bola Indonesia. Setiap tahap akan dilakukan dengan adanya pendampingan dari lembaga organisasi internasional itu.

“FIFA ada di Indonesia sampai semuanya berjalan dengan baik,” kata Presiden.

Bentuk komitmen pemerintah dalam menjalankan rekomendasi dari FIFA, dalam waktu dekat Stadion Kanjuruhan, Kota Malang, Jawa Timur (Jatim) akan dibangun ulang. Dengan mempertimbangkan acuan standar FIFA.

“Keputusan pemerintah meruntuhkan Stadion Kanjuruhan mendapat apresiasi dari FIFA,” kata Presiden.

Back to top button