Warga Pagerwangi Minta Simulasi Bencana, Sesar Lembang Jadi Ancaman Nyata

Bandung Barat, tabloidreformasi.com

Desa Pagerwangi di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, yang berada tepat di jalur Sesar Lembang sekaligus menjadi desa tertinggi dengan ketinggian 1.482 mdpl, kini semakin meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa bumi.

Keberadaan Gunung Batu yang berdiri kokoh di Pagerwangi menjadi saksi sejarah aktivitas patahan Lembang di masa lalu. Kini, melalui surat edaran dari Pemkab Bandung Barat, Desa Pagerwangi dituntut menjadi garda terdepan dalam upaya edukasi, mitigasi, dan simulasi kebencanaan.

“Kami baru menerima surat dari Pemda untuk segera mengedukasi masyarakat terkait potensi gempa di wilayah Bandung Barat. Khusus Pagerwangi, karena ada Gunung Batu yang termasuk jalur patahan Lembang, sosialisasi ini akan segera kami laksanakan,” ungkap Kepala Desa Pagerwangi, Agus Ruhidayat, Rabu (27/8/2025).

Menurut Agus, pihak desa akan bergerak cepat melaksanakan simulasi kebencanaan dengan melibatkan karang taruna, RT/RW, Linmas, serta sekolah-sekolah di wilayah Pagerwangi.

“Kami ingin semua elemen ikut berperan, mulai dari edukasi di sekolah, sosialisasi langsung ke warga, hingga simulasi evakuasi ke titik kumpul yang lebih aman,” jelasnya.

Agus menambahkan, alat deteksi keretakan tanah yang dipasang di Gunung Batu hingga kini masih berfungsi. Kendati demikian, desa tetap berkomitmen memasang jalur evakuasi di setiap RW agar warga lebih siap menghadapi kemungkinan darurat.

“Walaupun sampai saat ini belum terasa adanya getaran, kepanikan warga sudah mulai terlihat. Mereka bahkan meminta agar simulasi segera dilakukan,” ujarnya.

Agus juga menerangkan bahwa hingga saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat belum melakukan sosialisasi khusus terkait ancaman Sesar Lembang.

“Warga berharap ada langkah konkret dari BPBD tentang pemahaman Sosialisasi, edukasi mitigasi bahaya Sesar Lembang,” tutur Agus.

Ia menegaskan, kesiapsiagaan merupakan kunci utama menghadapi ancaman Sesar Lembang yang sewaktu-waktu bisa memicu gempa.

“Bencana tidak bisa diprediksi, karena itu masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan sedini mungkin. Insya Allah kami akan terus melakukan edukasi agar warga Pagerwangi lebih siap menghadapi kemungkinan terburuk,” pungkasnya.***

Back to top button