Bonus Peraih Medali Porprov Belum Cair, Sejumlah Atlet di Bandung Barat Menjerit

Gambar ilustrasi

Bandung Barat- tabloidreformasi.com

Sejumlah atlet berprestasi Kabupaten Bandung Barat (KBB) di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIV Jawa Barat menjerit. Pasalnya, bonus yang dijanjikan Pemkab Bandung Barat bagi para peraih medali hingga kini belum terealisasi.

Padahal Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan menjanjikan akan memberikan bonus pada mereka tahun 2023. Sementara para atlet daerah lainnya seperti Kota Cimahi, Kota Bandung sudah mencairkan anggaran buat bonus atlet tersebut.

Helmalia Putri Utami (24), salah seorang atlet Gulat mengatakan, bonus yang bakal diterimanya dari Pemkab Bandung Barat sebagai peraih medali emas sebesar Rp50 juta. Kemudian atlet peraih perak Rp25 juta dan perunggu Rp15 juta.

Nominal itu, sama halnya dengan bonus Porda tahun 2018. Itupun dibayarkan sesuai surat edaran dengan Nomor: 900.1.3/0380-DISPORA/2023 yang akan diterimanya baru DP payment (down payment) sebesar Rp25 % nya

“Tahap pertama menjelang lebaran Idul Fitri, 25 persen dan sisanya nanti pada tahap kedua yang belum ditentukan,” ungkapnya saat dihubungi, Selasa (14/3/2023).

Idealnya lanjut Helmalia, sebagai salah satu tuan rumah pada Porprov kemarin, bonus atlet meningkat dibanding tahun 2018.

Justru nominal bonus atlet KBB kalah dari Kabupaten Bandung yakni sebesar Rp75 juta, Kota Bandung Rp55 juta dan Kota Cimahi Lebih besar juga.

Sama halnya dengan Helmalia, atlet gulat putera Ilvan Saputra (25), menyatakan bingung dengan informasi persoalan bonus tersebut.

Informasi yang diterimanya simpang siur, terutama menyangkut nominalnya.

“Sebenarnya kita tidak tahu permulaan janji itu ke kita. Begitu pun apresiasi pemerintah ke kita. Kita juga simpang siur informasi yang masuk ke kita bahwa betul atau tidak,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, waktu itu dapat informasi bahwa atlet peraih emas dijanjikan Rp100 juta.

“Dari awal kita janji pemerintah ada bonus sekian, kita jadi semangat. Tapi ketika melihat surat jelas, hanya Rp50 juta dan sistem pencairannya di termin. Kita malah tidak semangat,” keluhnya.

Padahal ia sendiri tidak muluk-muluk, ikut kejuaraan tersebut hanya ingin berpartisipasi. “Jadi kita berpikir, ini pemerintah ngebanggain kita atau gimana sih sebenarnya?” ucapnya.

Selanjutnya, pada Selasa (14/3/2023) Tim tabloidreformasi.com juga sudah berupaya konfirmasi dengan salah satu Kepala Bidang di Dinas Pemuda Olahraga Kabupaten Bandung Barat (Dispora kbb) melalui Pesan WhatsApp serta mendatangi kantor Dinas Pemuda Olahraga Kabupaten Bandung Barat (Dispora kbb) Namun upaya tersebut juga tidak membuahkan hasil.

Hingga berita ini ditayangkan masih sulit untuk ditemui dan belum ada penjelasan dari Dinas terkait.

 

***Red

Back to top button