Bonus Atlet Peraih Medali Belum Cair, Ketua KONI KBB Angkat Bicara

Bandung Barat- tabloidreformasi.com

Ketua KONI Bandung Barat menanggapi berita tentang pembayaran bonus atlet Cabor yang tersendat dan terkesan di cicil , persoalan pembayaran bonus atlet Kabupaten Bandung Barat (KBB), peraih medali pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun 2022 yang akan diberikan secara bertahap, ditanggapi dingin Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) setempat.

Ketua KONI KBB Agus Mulya Sutanto meradang dengan kebijakan Pemkab Bandung Barat yang dinilainya sudah keterlaluan.

“Saya sangat sedih sekali terkait bonus atlet yang minim. Padahal mereka sudah menyiapkan diri untuk Porprov ini selama 4 tahun. Kok penghargaan dari pemerintah ini  bagaimana, setelah mereka berjuang keras,” ujarnya saat ditemui di Sekretariat KONI KBB, Kotabaru Parahyangan, Padalarang, Rabu (15/3/2023).

Di sisi lain, Agus heran dengan  Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan yang menyatakan sangat mencintai dunia olahraga.

Pernyataan itu berbanding terbalik dengan bonus atlet Porprov yang akan dibayar secara bertahap. Padahal menurutnya, para atlet yang telah berjuang keras pada saat Porprov tersebut sangat berharap bonus itu diterima mereka 100 %.

Kilas balik lanjut Agus, bonus untuk atlet tersebut KONI KBB berkeinginan ada kenaikan dari Porda 2018, saat itu bonus medali emas saja sebesar Rp50 juta/ orang.

“Saya berharap tahun 2022 ini minimal Rp60 atau Rp75 juta. Paling tidak, yah nggak apa-apa Rp50 juta juga,  disamain dengan tahun 2018,” cetusnya.

Sempat ribut bakal turun jadi Rp25 juta, hal itu membuat dirinya terperanjat karena tidak sesuai dengan janji awal.

Namun rupanya, anggaran yang disediakan Pemkab Bandung Barat tidak berubah diplot jadi Rp25 juta untuk atlet per medali emas, Rp…..perak dan Rp….. perunggu.

Pembayaran bonus bertahap inipun kemudian dijanjikan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) KBB, kata Agus dikhawatirkan harapan kosong.

Pasalnya akhir masa jabatan Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan, hingga September 2023. Artinya, kewenangan menentukan kebijakan ada di penjabat (Pj) bupati.

Terkait ancaman atlet berpretasi yang akan hengkang lantaran tidak diperhatikan Pemkab Bandung Barat, Agus mengatakan jika pihaknya akan berupaya untuk mempertahankan mereka.

“Sebenarnya saya sangat sedih, tapi saya juga akan bertahan dan akan memanggil (atlet), mungkin nanti saat buka bersama dengan para ketua cabornya, “ tuturnya

Pungkas Agus bahwa sebenarnya KONI di Kebiri dengan dikasih anggaran 500 juta berbeda dengan Anggaran KORMI yang ditawarkan langsung Bupati dengan Nilai Fantastis antara 5  sampai dengan 10 Milyar

 

**Red

Back to top button