Eks Project Manager CV. Amarta Bumi Raya Diduga Kuat Bersekongkol Gelapkan Dana Proyek Pembangunan Agro Wisata Lemon Madu Di Lembang

BANDUNG BARAT, reformasitotal.com
Eks Project Manager CV. Amarta Bumi Raya yang diketahui berinisial KSA diduga menggelapkan dana Proyek Agro Wisata Lemon Madu di Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) demi meraup keuntungan pribadi maupun kelompoknya. Hal itu diungkapkan oleh narasumber yang identitasnya tidak ingin disebutkan namanya, pada Selasa (10/1/2023).
Berdasarkan informasi yang diterima oleh reformasitotal.com, KSA saat masih menjabat sebagai Project Manager CV. Amarta Bumi Raya diduga melakukan penggelapan dana Proyek Agro Wisata tersebut dengan cara memesan bahan material kepada supplier mengatasnamakan CV. Amarta Bumi Raya untuk pembangunan Agro Wisata Lemon Madu tanpa sepengetahuan manajemen CV. Amarta Bumi Raya.
Padahal, bahan material yang dipesan itu bukan untuk Pembangunan Proyek Agro Wisata tersebut, tetapi untuk Proyek Pembangunan Masjid di Palasari, Kabupaten Subang yang pembangunannya juga diindikasi dipegang oleh KSA dan rekan-rekannya.
Ketahuannya, lanjut sumber menuturkan supplier itu mengirim bahan material tidak ada nama proyeknya didalam data/ berkas penagihan ke CV. Amarta Bumi Raya.
“Jadi pokoknya, nyuplai..nyuplai..nyuplai saja, (KSA) secara personal mengatasnamakan CV. Amarta Bumi Raya. Jadi, tau nya supplier bukan ke KSA tapi ke CV. Amarta Bumi Raya menagihnya, Bagian Keuangan CV. Amarta Bumi Raya tidak mengetahui (bahan material tidak terpusat ke Lemon Madu semua) karena beliau tidak setiap hari ke lapangan, sedangkan KSA ini sebagai Project Manager leader dilapangan,” jelasnya.
Karena awalnya secara struktural, masih dengan sumber yang sama mengatakan, informasi ke kantor semuanya dari Project Manager (PM).
“PM lari ke jajaran-jajaran dibawahnya QC (quality control), Site manager, Mandor itu semua anak buah PM. Si Qc nya disetting, si mandornya disetting, termasuk tukang juga disetting,” ujarnya.

Selain permasalahan itu, sumber juga membeberkan, bahwa KSA diduga mengintimidasi para pekerja yang bekerja pada Proyek Pembangunan Agro Wisata Lemon Madu untuk memuluskan rencananya me-mark up gaji para pekerja.
“Tukang itu selama ini dibayar sebesar antara Rp120 dan 130 ribu perhari, kenek itu Rp100/ 110 ribu perhari. Namun, yang masuk ke Amarta tagihannya itu tukang Rp150 ribu, kenek Rp125 ribu, berarti ada selisih cukup besar. Kata KSA ke tukang, kamu kalau nanti ditanya oleh Bagian Keuangan CV. Amarta Bumi Raya ditanya berapa gaji nya perhari sampaikan Rp150 ribu, kalau kamu bilang gaji nya Rp120 ribu kamu tidak usah kerja disini, mereka jadi takut, karena mereka butuh kerjaan jadinya menuruti keinginan KSA, setelah KSA keluar dari CV. Amarta baru para pekerja menyampaikan dilapangan, total para pekerja waktu ramai-ramainya sampai 30 orang, terakhir tukang 12 orang dan kenek 12 orang,” pungkasnya.
Sumber pun memberikan data kepada reformasitotal.com mengenai pembayaran para pekerja yang dibuat oleh KSA secara manual (tertulis) yang ditandatangani langsung olehnya untuk laporan ke CV. Amarta Bumi Raya.
“Ini, tuh buktinya dia (KSA) tandatangan, ini setiap minggu, kali satu bulan, kali lima bulan, ini dari tukang, belum dari material. Terbongkarnya, si tukang paving dua minggu tidak dibayar gajinya, kenapa masih disana, katanya menunggu dibayar, padahal sudah dibayar oleh Bagian Keuangan CV. Amarta Bumi Raya, ditunjukkanlah bukti transfernya ,” terangnya.
Sambung sumber menambahkan adanya dugaan Mark up yang lainnya dalam Proyek Pembangunan Agro Wisata Lemon Madu yang diindikasi dilakukan juga oleh KSA.
“Harga pembayaran pengerjaan paving Rp20 ribu permeter, luas lahan 6000 meter, tagihan ke CV. Amarta Bumi Raya Rp30 ribu permeter, berarti ada selisih Rp10 ribu, dikali 6000 meter, jadi totalnya Rp60 juta dari paving, itu jasanya saja, belum harga paving. Jadi wajar, estimasi kerugian CV. Amarta Bumi Raya sebesar Rp500 jutaan lebih,” paparnya.
Akibat permasalahan tersebut lebih lanjut sumber mengatakan, keuangan CV. Amarta Bumi Raya menjadi terseok-seok yang membuat Progres Pembangunan Agro Wisata Lemon Madu lambat satu bulan, karena tidak ada material, dan uang pun sudah tidak ada.

Dan atas terjadinya permasalahan itu, KSA yang sebelumnya menjabat sebagai Project Manager di CV. Amarta Bumi Raya mengundurkan diri dari jabatannya, dan bukan bagian dari CV. Amarta Bumi Raya lagi.
Tak berhenti sampai disitu, Tim investigasi reformasitotal.com masih melakukan penelusuran dilapangan sampai persoalan serius tersebut selesai, baik secara kekeluargaan maupun secara hukum.
Dan Tim investigasi reformasitotal.com pun masih berupaya mencari keberadaan KSA untuk wawancara eksklusif atas adanya permasalahan tersebut. Sampai dengan berita ini ditayangkan, reformasitotal.com belum berhasil melakukan konfirmasi terhadap KSA yang diduga oknum di CV. Amarta Bumi Raya dalam Proyek Pembangunan Agro Wisata Lemon Madu.
Korwil Jabar
DRIVANA







