Lewat Tiga Tahap Penyaringan, Sisa Olahan MBG di SPPG Batujajar Timur Dimanfaatkan Jadi Pupuk Petani

Batujajar_lensadaerah.com

Pengelolaan limbah sisa pengolahan pangan di Sentra Pengolahan Pangan Gizi (SPPG) Batujajar Timur Haur Ngambang, Desa Batujajar Timur, dinilai telah berjalan sesuai prosedur serta memberikan manfaat langsung bagi warga sekitar. Hal ini terungkap dari penjelasan pihak pengelola sekaligus pengakuan warga yang memanfaatkan hasil saringan tersebut untuk kebutuhan pertanian.

Kepala SPPG Batujajar Timur Soni menjelaskan bahwa seluruh limbah cair maupun padat yang dihasilkan dari kegiatan dapur tidak langsung dibuang, melainkan melalui serangkaian proses penanganan yang ketat.

Hal ini dirinya sampaikan untuk menjawab pemberitaan sebelumnya bahwa IPAL SPPG nya tidak layak

“Limbah yang dihasilkan tidak dibuang begitu saja. Di sini kami terapkan mekanisme penyaringan tiga tahap, dan tahap terakhir menggunakan mesin pengolahan air yang sudah sesuai standar SOP. Baru setelah itu air buangan dialirkan ke selokan,” ujar Soni

Terkait kekhawatiran munculnya endapan minyak, ia menegaskan bahwa hal itu justru terjadi di bagian penyaringan—artinya sistem bekerja menangkap kandungan tersebut—sehingga saat air keluar ke saluran akhir kondisinya sudah bersih.

“Endapan memang ada di bagian penyaringan, itu wajar karena itulah fungsinya. Tapi saat air dibuang ke luar, kondisinya sudah bersih. Kami pastikan tidak ada pencemaran,” tambahnya.

Pemantauan terhadap Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) pun dilakukan secara rutin. Pihak SPPG melakukan pemeriksaan sendiri tiga kali seminggu, sementara tim teknis dari instansi terkait datang memeriksa setiap bulan.

“Hasil pemeriksaan rutin tersebut secara teknis tidak ditemukan kendala yang berarti. Semua berjalan sesuai standar,” tegasnya.

Bukan sekadar tidak menimbulkan gangguan, keberadaan SPPG Haur Ngambang Batujajar Timur justru dirasakan membawa manfaat langsung bagi warga sekitar. Salah satunya dirasakan oleh Bapak Isur, warga RW 07 yang tinggal tidak jauh dari lokasi dapur.

Bapak Isur menyatakan memanfaatkan sisa-sisa makanan yang tersaring dari proses pengolahan sebagai pupuk organik di kebunnya.

“Saya memanfaatkan sisa-sisa yang tersaring itu untuk pupuk tanaman di kebun. Hasilnya bagus, tanaman jadi hijau dan subur. Saya tanam cabai, terong, sampai ubi jalar, semuanya tumbuh baik,” ungkap Isur.

Ia menambahkan tidak merasakan gangguan atau kerusakan akibat pembuangan air limbah tersebut. Menurut pengamatannya sendiri, air yang dialirkan ke selokan sudah jernih karena telah melewati beberapa tahap penyaringan.

“Saya lihat sendiri, air yang dibuang sudah bersih. Memang ada yang bilang soal limbah, tapi di lapangan tidak seperti itu. Semuanya sudah disaring bertahap, jadi tidak ada masalah. Malah sisa yang ada saya ambil bermanfaat untuk kebun saya,” jelasnya.

Isur berharap keberadaan SPPG ini dapat terus berjalan dan memberi manfaat bagi warga sekitar sebagaimana yang dirasakannya selama ini.

Back to top button