Pelaksanaan Program Hotmix Desa Panundaan Diduga Kurang Transparan dan Menuai Polemik

Kab.Bandung-tabloidreformasi.com
Pelaksanaan perbaikan jalan / peninggian jalan dengan Hotmix di Kampung Babakan lampit RW 07 Desa Panundaan Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung diduga pelaksanaannya Kurang transparan. Pasalnya, dalam pelaksanaan kegiatan tersebut yang dilaksanakan pihak ketiga tidak memasang papan proyek.
Kepala Desa Panundaan Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Aep Surahman, kepada wartawan, mengatakan, “Pelaksanaan Peninggian jalan Desa Panundaan dengan Hotmix di Desa panundaan lajur jalan Babakan lampit RW 07 Desa Panundaan dengan volume 540 M × 2,5 × 0,02 M, dengan pagu anggaran Rp. 197.000.000,” ujarnya, Senin 29/5/2023.
Menurutnya, dalam pelaksanaannya anggaran Rp. 197.000.000 ini dengan perincian Dari pagu tersebut hanya dipotong PPN + PPH saja sekitar 12,5 % dan sisanya Saya serahkan semuanya ke pihak ketiga (CV. Pagar alam lestari).
” Pelaksanaan perbaikan / peninggian jalan babakan lampit dilaksanakan CV. Pagar Alam lestari , dengan perjanjian kontrak dibayarkan setelah cair dana desa, dan pelaksanaan gelar hotmix dilimpahkan ke pihak ke tiga sehubungan di desa tidak mempunyai alat untuk menggelar hotmix tersebut,” terangnya.
Ketika disinggung mengenai jenis hotmix, kata Aep, saya tidak mengetahui masalah spesifikasi hotmix, Saya hanya penerima manfaat saja dengan anggaran sekian volumenya sekian dan dibayarkan setelah cair dana desa.
Dikesempatan lain salah satu Ketua RW di Desa Panundaan, mengatakan, “Saya tidak tahu menahu masalah anggaran perbaikan jalan atau penghotmikan jalan dan gak ada papan proyek yang biasa suka dipasang bila ada pengerjaan proyek baik itu anggaran kabupaten ataupun anggaran desa,” ungkapnya.
Menurutnya, Saya juga hanya diberitahu sehari sebelum pelaksanaan oleh Iyan selaku pekerja Satpol PP Kabupaten Bandung, bahkan Saya membantu penutupan jalan atau lalulintas agar pelaksanaan penghotmikan jalan, berjalan lancar tanpa ada kendala, tapi gak ada upah atau yang memberikan buat rokok saja gak ada, tegasnya.
“Saya pun komplain ke pak Kades, bahwa hasil gelar hotmix nya kok tipis, tapi pak kades bilang besok akan di finishing,” ujarnya.
Sementara itu salah seorang tokoh pun yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan ” Pak ini kalau saya lihat dan analisa hotmix ini bukan acwc, dan juga volume yang dilaksanakan tidak logika dibandingkan dengan pagu anggaran,” ungkapnya.
“Bahan hotmix ini kalau saya pelajari kwalitas nya kurang bagus ,karena hotmix ini kasar dan banyak bolong bolong dan gelarannya tipis , diperkirakan nanti kekuatannya tidak akan tahan lama,” tandasnya.
Ketika dikonfirmasi ke pihak pekerja pelaksanaan jalan tersebut, melalui saluran telp ( WatshApp) mengatakan ” Saya hanya petugas pelaksana saja, tidak tahu anggarannya berapa, bahkan sampai saat ini, Saya belum menerima bayaran,” tegasnya.
Pihak ketiga saat dikonfirmasi lewat saluran telp ( WatshApp) mengatakan ” Bahwa betul pelaksanaan jalan tersebut oleh CV. Pagar Alam Lestari, dan sudah dibayarkan dengan nilai 197.000.000. ( seratus sembilan puluh juta) dipotong PPN, PPH sebesar 12,5 % , jadi sekitar seratus tujuh puluh dua juta,” ujarnya.
Menyinggung upah kerja sudah dan koordinasi sudah dibayarkan semua,” tegasnya.
Red-Agus/Betty.







