Sempat Buron, Tersangka Penyiraman Air Keras Terhadap Istrinya Akhirnya Dibekuk Aparat Kepolisian

BANDUNG BARAT-reformasitotal.com

Jajaran Unit Reskrim Polsek Padalarang berhasil menangkap Danil Satria Darma (31) tersangka penyiraman diduga cairan air keras terhadap istrinya Dini Septi Widayanti (37) di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Setelah sempat menjadi buronan, akhirnya Danil dibekuk aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Padalarang di tempat persembunyiannya pada Sabtu (03/12) malam.

Diketahui, tersangka tega melakukan kekerasan dengan menyiramkan air keras kepada Dini warga Kampung Pos Wetan, RT 1/14, Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang KBB, pada Kamis (01/12) atau tepatnya awal Desember kemarin.

Kapolsek Padalarang, Kompol Darwan mengatakan, penyimpanan diduga air keras dilakukan oleh Danil lantaran diduga dipicu sakit hati, saat sang istri menolak untuk rujuk. Dimana hubungan rumah tangga mereka sejak lama tidaklah harmonis sudah bertahun-tahun alias pisah ranjang.

“Sudah, sudah diamankan,” kata Kompol Darwan ketika dikonfirmasi wartawan pada Sabtu (3/12/2022).

Pihak kepolisian belum menyebutkan secara rinci kronologis penangkapan dan pasal yang ditetapkan kepada pelaku.

“Kasus itu akan dirilis secara resmi pada Senin (5/12), nanti ekspos oleh Kapolres Cimahi besok,” katanya.

Sementara itu saat dihubungi terpisah, adik korban, Dinda Novi Risna Sari (32) membenarkan, tersangka sudah diamankan polisi.

“Iya kang sudah dapet informasi dari suami saya yang mendampingi Polsek Padalarang ikut melakukan penangkapan tersangka, Alhamdulillah terimakasih banyak untuk semua pihak yang membantu,” kata Dinda.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada ormas BBC Padalarang yang diwakili oleh ibu Lina Marlina selaku istri dari pa Daday yang sudah membantu dalam pengurusan administrasi di rumah sakit,” sambungnya.

Ia menjelaskan, kondisi saat ini korban masih dalam perawatan dokter dirumah sakit, dimana diketahui Dini mengalami luka cukup parah akibat peristiwa tersebut.

“Ini saya masih mendampingi Kaka saya, sekali lagi terimakasih pihak Kepolisian, pemerintah KBB dan aparat desa serta rekan-rekan media yang sudah membantu, semoga tersangka dihukum seberat-beratnya,” terang Dinda.

Adapun rincian biaya yang dikeluarkan untuk pengobatan korban, kata Dinda sejauh ini pihaknya dibantu oleh pemerintah setempat.

“Kalau biaya pengobatan saya belum tahu, Alhamdulillah dibantu difasilitasi oleh Bu Nur DPRD KBB melalui BPJS, sedikit meringankan kami keluarga,” pungkas Dinda.

Anggota Fraksi PKS DPRD Kabupaten Bandung Barat, Nur Djulaeha, mengatakan setelah mendapatkan informasi peristiwa KDRT, korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Cahya Kawaluyaan.

“Pas kejadian kami langsung berkoordinasi, tadinya di bawa ke RS Kota Baru namun karena keterbatasan biaya maka korban perawatannya dialihkan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Al-Ihsan di Kabupaten Bandung dan kami fasilitasi,” katanya saat dihubungi reformasitotal.com.

“Kita minta rekomendasi ke Dinas Kesehatan KBB untuk mengeluarkan rekmendasi dan dirujuk ke Al-Ihsan karena biaya yang dibutuhkan cukup besar,” tegas Nur.

“Saya mewakili pemerintah akan fokus membantu korban dan anak-anaknya. Terkait hukuman kami serahkan dan percayakan sepenuhnya pada aparat penegak hukum APH (Kepolisian), semoga ini jadi pelajaran untuk kita semua,” pungkasnya.

 

RED-CHEVI

Back to top button