Serba-Serbi
-
Cerita Bersambung Kutunggu Kau Di Taman Merlion Singapura-(40)
Kemudian Ketua Lim pamit meninggalkan kami. Begitu Ketua Lim masuk, beberapa pelayan langsung datang dan membawa berbagai macam makanan yang…
Selengkapnya -
Cerita Bersambung Kutunggu Kau Di Taman Merlion Singapura-(39)
“Jef, ini bagianmu. Aku mau memberikannya kemarin malam tetapi aku takut mengganggu tidurmu. Teman-teman lain sudah, tinggal kau saja…
Selengkapnya -
Cerita Bersambung Kutunggu Kau Di Taman Merlion Singapura-(38)
Kemudian istirahat di Taman Jose Rizal, suatu taman kebanggaan bangsa Filipina, karena di sana terdapat patung seorang tokoh perjuangan, yang…
Selengkapnya -
Cerita Bersambung Kutunggu Kau Di Taman Merlion Singapura-(37)
“Nah kalau itu beta setuju. Terakhir, malah beta dengar calon isteri abang kita ini dari Nairobi, Kenya.” Potong Victor, mendukung…
Selengkapnya -
Cerita Bersambung Kutunggu Kau Di Taman Merlion Singapura-(36)
“Sebaiknya demikianlah. Tidak percuma kamu pelaut senior, Din.” Tambah Kapten Martin mendukung ucapan Udin. “Tepat seperti apa yang kalian…
Selengkapnya -
Cerita Bersambung Kutunggu Kau Di Taman Merlion Singapura-(35)
BAGIAN KETIGA Menuju Hong Kong Baru saja Kapten Martin masuk kamar mandi, tiba-tiba telepon berdering. Ternyata telepon dari…
Selengkapnya -
Cerita Bersambung Kutunggu Kau Di Taman Merlion Singapura-(34)
Kabar gembira ini akan segera dikabarkan pada Ang Mei. Sampai-sampai Chung Pha yang baru datang pun, mulanya tidak percaya kalau…
Selengkapnya -
Cerita Bersambung Kutunggu Kau Di Taman Merlion Singapura-(33)
“Kalau begitu, aku juga akan mencoba akh…..” Sambut Ang Mei langsung mengambil rokok yang diletakkan Lulu di atas meja. Seperti…
Selengkapnya -
Cerita Bersambung Kutunggu Kau Di Taman Merlion Singapura-(32)
“Wah, wah, kau itu sepertinya bukan lelaki saja atau kau pura-pura. Sejak kita remaja pun kita sudah tahu, kalau…
Selengkapnya -
Cerita Bersambung Kutunggu Kau Di Taman Merlion Singapura-(31)
Belum selesai penyiar membacakan berita tentang papanya. Hidayat langsung ke luar kamar. Diperintahnya seseorang untuk membeli beberapa surat kabar. Dia…
Selengkapnya